Malu ku pada-Mu
Benarkah ini rindu…
Bila ia ternanti ‘tuk bertemu
Dan menyebut tanpa jemu
Dan
Apakah ini cinta…
Membuncah rasa berjuta
Cemas asa meronta
Aku ragu pada rindu dan cintaku
Benarkah aku begitu
padaMu
aku malu
pada rindu dan cintaMu untukku
dengan maksiat yang terus ternikmati
berharap di syurga yang tertinggi
padaMu
aku malu…
Mengatur Perencanaan Keuangan Pribadi
Hi para pembaca blog, Mari kita Mengatur Perencanaan Keuangan Pribadi secara GRATIS, sehingga bisa mengatur keuangan pribadi menjadi jauh lebih baik dan bertumbuh semakin sejahtera. segera kunjungi http://www.tdwclub.com/mengatur-keuangan beberapa hal yang bisa kita dapatkan ketika melakukan analisa ini di tdwclub.com adalah kita bisa mengetahui posisi keuangan kita saat ini sudah sampai mana. karena tanpa mengetahui posisi kita dimana yang sebenarnya, menggunakan peta secanggih apapun untuk mencapai impain anda sama saja tidak ada gunanya. Kedua dengan mengetahui posisi keuangan kita disini, akan jauh lebih realistik dalam membuat peta perjalanan keuangan anda. karena anda sudah tau betul sejauh mana dan secepat anda bisa melaju. Nah masih banyak hal lain lagi yang bisa anda pelajari, segera kunjungi dan dapatkan manfaat dari program komplimen dari tdwclub.com
Anggota WSC Batu Bara
Berikut nama-nama anggota yang telah bergabung dalam Win’s Sharing Club Batu Bara. Untuk informasi selanjutnya silahkan add FB rickyarianda@yahoo.com dan akan dimasukkan kedalam group WSC Batu Bara. Terima kasih.
1.
Nama Baca selebihnya »
Kita Hamba
Tanpa kasihNya
Kita tak akau pernah ada
Tanpa cintaNya
Kita tak akan pernah bahagia.
Kita hamba…
Mengharap sayangNya
‘tuk menarik dan menghembuskan nafas
Kita lemah…
Tak mampu sendiri berkedip
Walau hanya sebelah mata.
Harusnya…
Tiada tinggi hati pada diri
Tiada rasa pongah dalam dada
Mestinya…
Sadari bahwa kita bukan apa-apa
Pahami bahwa kita tiada daya
Karena…
Kita hamba…
Ya…!!! Kita hamba…
(operator room, 7-12-05)
Saudaraku…
sungguh diri ini tak berharga awalnya. bagaimana tidak, mengingati masa lalu diri yang begitu kelam. meskipun memang tak sehitam legam yang pernah dialami orang lain diluar sana. tapi menurutku, masa lalu itu memang kelam. hingga terkadang menusuk ketika terkenang sedikit dengannya.
waktu itu tahun 2003 mungkin, ato 2002. saat dimana takdir Allah menyapaku. menggiring menuju kesuatu tempat yang tak pernah aku pikirkan berada disana.
sesaat setelah bangkit dari keterpurukan. berusaha berdiri kembali setelah jatuh begitu dalam. beralih dari kondisi meratapi nasib menuju kepada mengambil begitu banyak hikmah yang ternyata Allah berikan dibalik semua hal yang sangat burk menurutku. namun ALlahu akbar. Dia memang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku.
memilih tarbiyah sebagai jalan kehidupanku setelah sebelumnya dihinggapi beberapa pilhan. dengan bismillah aku mantapkan memilih jalan dakwah ini. berkumpul didalam sebuah halaqah yang hanya beranggotakan 2 orang dengan 1 murobbi. bertiga kami mengurai materi, mencoba menanamkan kefahaman tentang konstruksi tauhid yang memang sudah sangat terkontaminasi diluar sana.
tak jarang MR hanya berdua dengan teman halaqah di liqo’at itu. karena beberapa kali ana harus menjalani rutinitas pekerjaan dengan sistem shift. Baca selebihnya »
Momentum…
Adalah lumrah, ketika siapa saja menunggu saat tertentu untuk memulai sesuatu dalam hidupnya. Yang dengan itu ia mencoba untuk merubah satu atau sebagian besar kebiasaannya di masa yang telah lalu.
Ini seperti sebuah lampu lalu lintas, yang nyalanya lampu hijau dijadikan alasan oleh orang-orang untuk berjalan padahal sebelumnya mereka berhenti. Atau suara tembakan, yang dijadikan alasan para atlet untuk berlari sekencang-kencangnya mencapai garis akhir.
Kita memang tak selamanya membutuhkan sebuah momentum. Bahkan tak harus mencari-cari sebuah momentum untuk melakukan sesuatu. Apalagi menunggu momentum dijadikan sebuah alasan untuk menunda-nunda aktifitas.
Baca selebihnya »
Untukmu!!! : PEMUDA.
KATAKAN PADA PEKAT JAHILI
BAHWA KAU ADA DISINI…
KAULAH PENGIBAR CAHAYA ILAHI
DENGAN AZZAM YANG SELALU MENINGGI
UNTUK MENEGAKKAN AD-DIIN INI
WAHAI JIWA-JIWA MULIA
BERSATULAH DALAM JALAN DAKWAH
LEPASKAN SEMUA BEDA KHILAFIAH
MARI SATU ‘TUK WUJUDKAN KHILAFAH
DAN BERKUMPUL BERSAMA DALAM JANNAH
ENGKAU PARA MUJAHID-MUJAHIDAH
KATAKAN BAHWA TAK ADA LELAH
YANG TERSISA HANYA GAIRAH
WALAU HARUS LETIH DAN BERDARAH…
Derita dan hujan.
Siang itu hujan turun. Lebat. Bukan sekedar membasahi bumi. Ini adalah hujan terlebat sejak awal ramadhan kemarin.
Hujan. Sekumpulan air yang jatuh, turun ke bumi dari langit di atas sana. Bersama dengannya, angin bertiup semaunya. Terkadang pelan, menyapu lembut semua penghuni bumi. Namun tak jarang ia memacu tinggi kecepatan hadirnya disini. Menerbangkan semua yg tak kuat berpegangan. Mengecilkan suhu yang sebelumnya sudah terdinginkan.
Hujan. Adalah salah satu sumber kehidupan untuk makhluk yang ada di bumi. Termasuk kita: MANUSIA.
Tak masalah mungkin bagi kita manusia yang memiliki rumah. Berteduh di dalamnya dengan penghangat alakadarnya mungkin sudah lumayan.
Di luar sana, lihat satu buah tanaman. Dengan dedaunan hijau mengelilingi. Ada yg lebar, ada yang kecil daunnya. Tapi lihatlah… Kecil atau lebar daun tanaman itu, hujan seakan tak perduli. Ia menjatuhi mereka. Tak bertanya terlebih dahulu apakah daun-daun itu sanggup kejatuhan hujan yg lebat. Belum lagi angin yg terkadang mematahkan ranting-rantingnya.
Sampai disini, kita sepakat bahwa hujan lebat menurut tanaman adalah bencana. Meski tak seluruhnya… Baca selebihnya »
Muhammad Aqsha Fathurrabbani
Juli 2009.
Alhamdulillah. Biidznillah, telah lahir putra kami. Dengan sehat, normal, dan tak kurang suatu apapun.
Siang itu di Rumah Sakit Umum Dr. H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi SUMUT. Dengan berat 3.8 kg.
Seiring dgn zikir yg terus kami lantunkan, ia lahir. Mengumandangkan tangisnya yg mengisi seluruh wìlayah di ruang persalinan.
Selamat Datang di duniamu yang baru nak. Engkau adalah amanah dari Allah. Juga bukti cinta dari Allah.
Sholehlah engkau nak. Besar harapan abi dan umat ini, semoga engkau menjadi pembaharu. Menjadi bukti cinta pada seluruh manusia bahwa Allah mencintai kita semua.





