Puisi
C I N T A
Satu kata defenisi tak terhingga
Bahasa jiwa dalam hati suci murni
Dia sebesar alam semesta
Sekecil butiran debu yang terbelah
Akan membesar bila hatimu…
Bisa mengecil jika hatimu…
Tidak semua punya cinta sebenar
Kau punya cinta,
Bila mampu bersatu hati
Menggantikan disaat terapuh
Berada di depan menghadap kematian
Kau pecinta sebenar
Tak peduli apa yang diberi
Bahagia bila bahagia yang dicinta
Ada saat orang lain tiada
Bila kau mampu menggantikan cinta
Saat belenggu umur akhir
Itu adalah “cinta”
Andai kau sanggup bersama cinta
Jalan bersama ke batas jiwa
Itu adalah cinta
Menjadi Tiada
Cinta kita…Sebuah jalinan rasa kasih
Yang terlahir dari lautan cinta yang menguap
Uapan cinta…Bersatu menjadi awan putih
Aku merasa awan putih itu ‘kan abadi
Namun…Teriknya mentari yang menyinari siang itu
Terik yang dulu menguapkan cinta kita
Memusnahkan awan kita
Ia terlerai…Berubah menjadi butiran air yang tersia
Menjelma menjadi kumpulan bening tak berharga
Sampai semua itu selesai
Dan kita pun menjadi tiada
Bila mati
Berharap…Hanya itu yang tersisa
Sesudah usaha,Upaya…Kita rangkai bersama
Lelah…Metamorfosa bantut ini payah
Ini bukan bunga
Mekar jatuh tak berharga
Layu terkulai tanpa pesona
Bila kau burung, kemana kau ‘kan terbang ?
Bila kau sendiri, kemana kau ‘kan bersedih ?
Bila kau kayu, dimana kau ‘kan tumbuh ?
Bila kau mati, ………………………???
Tak kan pernah terlupa.
Wahai…
Aku tahu Engkau begitu dekat
Melihatku, menatapku dengan cinta_Mu
Setiap gemericik, hembusan angin
Gelegar, kicauan adalah syair_Mu
Tatapan cinta_Mu yang tak pernah lekang
Tak perduli dimana sku berada saat itu.
Maha Cinta…
Dalam setiap nafasku
Disetiap pixel tatap ini
Aku akan selalu mengingat_Mu
Dan….
Tak akan pernah terlupa
RASA INI.
Teduh tatapan_mu
Lembut lisan_mu
Manis senyum_mu
Aku tahu…
Lelah hati ini menghitung rindu yang menggebu
Terkadang ia sesak
Menghambur dalam setiap isakan disepertiga
Bila masih tersisa waktu_mu
Kumohon…
Temui aku,
Aku ingin mengakhir segera rasa ini
Aku ingin mengecup_mu
Muhammad_ku






terbitkan aja puisinya, ato kasi ke p’amri, bisa di buat lagu tu, ada bakat jadi pujangga………………………………………………
tapi kurang berseni sedikit tu blog, kasi arransement art dikit jadi lebih hidup, ok!!!!!!!!!!!trus berjuang dan belajar karena kita tak akan pernah mati dalam ilmu.
Komentar oleh Wilda | April 19, 2008